Cerita sang penjaga bunga yang tidak sempurna.

Wanita adalah seperti bunga. Entah mereka mekar atau tidak.  Kamu memiliki pilihan untuk memetiknya dan menyimpannya hingga layu atau kau biarkan bunga itu bebas di alam dan kamu akan menemani bunga itu layu bersama hingga waktu membuat bunga itu rapuh dan menjadi bagian sejarah bersama? 

Jangan buang waktumu wahai bunga untuk orang-orang yang hanya menikmati keindahanmu saja, temukan seseorang yang rela menjagamu hingga kalian bisa layu bersama bersama waktu yang bergerak konstan. 

Kalian bersama akan menghadapi badai yang dasyat, alam akan menguji kalian terus menerus. Tetapi apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu kuat. Tak hanya waktu yang akan membuat kalian rapuh tetapi hati manusia yang mulai kehilangan cahaya kasih sayang. 

Kalian kuat bersama tetapi ketika kalian kehilangan pegangan tangan ketika berjalan bersama kalian akan benar-benar rapuh.

Terus terang aku mencari bunga yang bisa aku temani menikmati waktu yang berjalan konstan hingga aku berpindah dimensi suatu saat. Aku suka menikmati waktu, mari kita berbicara apa adanya wahai bunga. Kita bisa duduk bersama membicarakan hal gila mulai dari semesta, alien, dunia ini datar atau bulat, membicarakan keisengan kita ketika kita merasa gila, membicarakan kekurangan kita satu sama lain agar kita bisa melengkapi.

Wahai bunga engkau juga seperti senja yang merah merona penuh dengan keindahan dan juga gelap kelam membawa rasa suram yang bisa mengiris hati. Tapi aku akan menerimamu tanpa banyak alasan. Karena memang seperti kehidupan. Membuat kita bisa mengerti bahwa kita sama-sama tidak sempurna tetapi dari situ kita juga memahami bahwa ketika kita bersama dunia ini lebih enak untuk dinikmati. Karena kita bisa berbagi.

Hatiku dan hatimu juga sama2 memiliki nafsu yang tersimpan dalam. Mari kita izinkan nafsu ini menemukan keinginan nya dengan baik. Mari kita juga mengingatkan jika kita mulai tersesat dalam dalam nikmatnya dunia. Aku hanya mau kita menuju cahaya indah di ujung jalan. Yang akan membawa kita menuju keabadian. Aku lebih memilih bersamamu di sini daripada aku menjadi abadi tetapi hati ini tidak lengkap sama sekali. Itu hal yang paling menyakitkan yang pernah aku bayangkan.

Aku tak mau tersesat sendiri dan tetap terjebak dalam labirin. Aku mau kita sadar bahwa ketika kita tersesat, kita bisa menemukan hal baru bersama. 

Aku adalah orang yang penuh keras kepala, seorang pendosa yang sangat hebat. Kadang aku malu dan merasa tak pantas bersanding denganmu bunga yang indah dan hanya memiliki sedikit goresan. Jika kamu memberikanku kesempatan aku akan berusaha menjagamu dengan sepenuh jiwa dan raga, dan Tolonglah selamat kan aku dari aku yang dulu agar aku bisa menjadi penjagamu selamanya.

Maafkan aku jika aku lengah, hajar saja diriku karena aku orang yang kuat. Tetapi aku akan berusaha tak akan menbuatmu meneteskan perih dari mata indahmu. Aku bukan sempurna tapi aku akan mencoba menjadi yang terbaik bagimu. Aku tidak akan pernah menyerah padamu dan semoga kau juga tidak menyerah padaku pula. Semoga kita bisa bersama dalam keabadian yang indah. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: